Author Pov Ania masih menatap Ren dengan tatapan tidak percaya, bahkan sekarang di kanan dan kirinya Daniel dan Rose mulai melawan mereka satu persatu. Waktu seperti berhenti antara dirinya dan Ren, saling menatap satu sama lain dari jarak yang cukup dekat. Ren tidak bergerak begitu juga dengan Ania. Dua-duanya bergeming di tempat seperti patung, sementara sekitar mereka sudah banyak tubuh yang ambruk ke tanah, kecuali Daniel dan Rose tentunya mereka masih melawan dengan tenaga penuh. Sebulir air mata Ania jatuh ke pipinya, ia begitu sedih. Dadanya sesak, tenggorokannya sakit karena bersusah payah menahan tangis, jika saat ini dia sudah di ambang kematian dia akan memilih untuk cepat-cepat mati dari pada harus melawan Ren. Tiba-tiba saja Ren berlari dengan cepat ke arah Ania, lalu ber

