“Kau yakin bisa menanganinya?” Byun menatap lurus ke depan. Tepat dimana lima orang dewasa yang baru mereka berikan obat tidur itu. Jay ikut mengarahkan pandangannya dan terkejut melihat Ko Ji tengah menatapnya tajam dengan mata merahnya yang menyala. “s**t!” Jay menarik selongsongnya, tapi sama sekali tak bergerak. Senjata yang ia kenakan seolah tertahan sesuatu yang membuatnya tak bisa menarik bahkan menggerakkan tangannya sendiri. Jay menaikkan kepalanya dan merasakan seseorang tepat di hadapannya. Orang tersebut adalah Ko Ji yang dengan mudah mengambil senapannya lalu melemparkannya jauh. “Kau —“ “Apa yang kau lakukan pada kami?” gertak Ko Ji. Jay mencoba menangkap tangan Ko Ji namun tangannya tak sekuat pria di hadapannya. Akibatnya, ia malah terdorong hingga ke salah sat

