Chapter 23

1108 Kata

            Hilya melangkahkan kakinya menuju kantin sebelum ke kelas, membeli permen kaki kesukaannya yang sekarang ini sudah mulai jarang dijual. Bahkan di minimarket depan komplek rumahnya saja sudah tidak ada lagi, makanya Hilya selalu menyempatkan dirinya membeli di kantin sekolah jika persediaannya sudah menipis.             Setelah selesai membeli, gadis itu memasukan semua permennya ke dalam tasnya. Lalu, mulai melangkah menuju kelasnya.             "Gue nggak tau harus nyebut lo cewek lemah atau kuat." Langkah Hilya terhenti, gadis itu memejamkan matanya sesaat.             Tentu saja tanpa berbalik pun, Hilya dapat menebak dengan tepat siapa pemilik suara yang terdengar dingin itu. Dan tanpa bertanya pun, Hilya tahu apa maksud dari ucapan tersebut.             Aldan pasti me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN