Tujuh orang yang sedang berlari mengelilingi lapangan basket Almo yang bisa dikatakan sangat luas itu kini menjadi fokus siswa-siswi Almo lainnya. Terlebih karena mereka lari dengan tali sepatu yang diikat, tentunya hal itu mengingatkan anak-anak Almo dengan salah satu film Indonesia. Bedanya, tali sepatu Feni diikat dengan tali sepatu Resty. Davren dan Aaric. Sedangkan tali sepatu Hilya diikat keduanya dengan Adlen di sebelah kiri dan Adlan di sebelah kanan. Padahal Adlan dan Adlen tidak ikut terlibat dalam perkelahian itu, tapi dengan alasan solidaritas mereka meminta dihukum juga pada Pak Angga. "Nggak papa, Lya?" tanya Adlan sembari melepaskan ikatan tali sepatunya dari sepatu Hilya. Adlen yang sedang melakukan hal serupa dengan yang Adlan lakukan

