Ciiittt …. Terdengar pintu berdecit. “Ririii … udah siap belum, Sayang?” Mahesa membuka pintu kamar putri kecilnya yang penuh dengan sticker para tokoh princess favoritnya itu lebar-lebar. Di pintu kamar Riri ditempeli sticker Elsa, Cinderella, Ariel, Snow White, Aurora, Belle, dan Sophia. “Kak Nuri mana, Pap?” Pertanyaan dari Papapnya dibalas dengan sebuah pertanyaan oleh Riri. Sejak pengasuh kesayangannya itu pulang dari rumah sakit, ia mencoba untuk mandiri—mandi sendiri, sampai pakai baju sendiri. “Kak Nuri ada di bawah, Sayang. Riri udah siap belum? Yuk, kita turun!” ajak Mahesa. “Sebentar Pap, aku belum sisir rambut.” “Sini Papap bantu.” Mahesa melangkah masuk ke dalam kamar putrinya, mengambil sebuah sisir berwarna pink yang tersimpan rapih di atas meja kacanya, lalu menyisiri

