BAB 44 : ULANG TAHUN LALA

1861 Kata

Nuri mengoleskan bedak tipis-tipis di wajahnya, lalu kemudian ia menambahkan lipgloss di bibir mungilnya untuk menambahkan kesan segar. Sekali lagi ia bercermin, memastikan jika penampilannya sudah rapi. Kemudian bibirnya menyunggingkan senyum tipis saat dirasakan penampilannya malam itu sempurna. Entah, ia hanya tak mau terlihat tidak serasi dengan penampilannya atau supaya Alfarizy tidak malu berjalan dengannya. Padahal parasnya yang cantik akan tetap terpancar dari hatinya yang bersih. Ia mengenakan hijab shiffon berwarna putih dengan motif bunga-bunga kecil—pemberian Alfarizy kemarin saat mencari oleh-oleh untuk kedua orang tuanya, sangat serasi dipadupadankan dengan dress panjang berwarna ungu muda yang ia pinjam dari Ratih. Untuk menyiasati dress tanpa lengan itu, ia mengenakan cardi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN