BAB 43 : OLEH-OLEH

2300 Kata

Semburat warna merah menghiasi langit yang luas. Di atas sana burung-burung beterbangan dengan leluasa seakan memeriahkan langit sore itu. Merah yang tergambar di langit bagaikan magnet yang menarik semua makhluk hidup untuk turut menikmati dan mengagumi keindahan ciptaan-NYA. Begitu pun dengan Nuri, ia sedang duduk di taman belakang—tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu menjelang malam dengan di temani Ayah dan Ibunya. Nuri menengadahkan wajahnya ke langit, langit sore itu memang sangat indah dipandang mata. Sayang untuk dilewatkan. “Nur ….” Santi membelai kepala Nuri yang tertutup hijab. Nuri menoleh ke arah sang Ibu. “Iya, Bu?” “Besok pagi Ayah dan Ibu pulang ya, Nduk,” kata Santi lembut. Pandangan Nuri beralih menatap Ayahnya yang duduk di samping kirinya, lalu menatap wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN