“Yuk … sekarang kita pulang, Tih!” Ricky melempar kunci mobil miliknya ke udara lalu menangkapnya lagi. “Iya, Mas …” jawab Ratih canggung. Ricky bersorak senang dalam hati. Akhirnya, dia bisa berduaan lagi dengan Ratih. Ketika dia berjalan berdampingan dengan Ratih menuju mobilnya, jemari mereka bersebelahan. Ingin rasanya Ricky menggenggam tangan Ratih, tetapi itu tak mungkin ia lakukan. Ia tidak ingin dicap kurang ajar oleh gadis itu. Ricky membukakan pintu mobil sebelah kiri untuk Ratih. “Silahkan masuk, maaf kalau mobilnya berantakan, ya. Maklum mobil cowok, nggak serapih cewek.” Ia terkekeh. Ratih tersenyum. “Makasih,” ucapnya. Seketika saja ia bisa mencium aroma kopi dari dalam mobil Ricky. Ternyata Ricky memasang parfum mobil beraroma kopi di mobilnya. Seumur hidup, baru kali in

