Nuri menjejakkan kaki untuk pertama kalinya lagi di rumah itu, setelah hampir satu minggu di rumah sakit. kerinduan menyeruak di relung hatinya, itu yang ia rasakan sekarang. Kemudian ia mengedarkan pandangan ke sekeliling halaman rumah, keadaan rumah itu masih saja sama dengan terakhir kalinya ia tinggalkan. Asri. “Nur ….” Panggilan suara Alfarizy menginterupsi lamunannya. “Ngapain di situ? Ayo, masuk!” Ia sudah menenteng tas milik Nuri di tangan kanan dan kirinya. “Eh … iya, Mas.” Lamunan Nuri buyar seketika. “Sini aku yang bawa tasnya, Mas!” “Nggak usah, biar aku aja. Ayo, masuk!” ajak Alfarizy lagi. Dirinya sudah melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumah. Nuri buru-buru mengekori dari belakang. Samar-samar, terdengar suara orang sedang berbincang di ruang tamu. “Assalamualaikum ….

