BAB 34 : PeDeKaTe

2269 Kata

Kini, Ratih dan Ricky sudah berada di kantin rumah sakit. Ratih memesan nasi soto beserta es teh manis sebagai menu makan malamnya, sedangkan Ricky memesan sate ayam kesukaannya dan juga secangkir kopi s**u. Kantin rumah sakit mengambil konsep lesehan yang hanya menyediakan meja tanpa kursi. Pengunjung bisa duduk di lantai yang sudah dialasi karpet. “Kita belum kenalan,” kata Ricky memulai obrolannya, sambil menunggu pesanan mereka datang. Ratih yang sedang melihat layar ponselnya, mendongakkan kepala. “Eh iya, Den.” “Den?” Ricky mengernyitkan keningnya. “Iya, Den. Den Ricky ‘kan temennya den Al.” Ratih sudah tahu bahwa laki-laki yang kini duduk di hadapannya itu bernama Ricky karena tadi Mahesa menyebut namanya. “Nggak usah panggil aku begitu, ah,” sanggah Ricky, ia menyandarkan tub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN