Mataku-terpaksa- terbuka ketika mendengar suara teriakan seseorang. Melangkah malas aku beranjak dari ranjang lalu berjalan ke luar kamar. Semakin ke sini suaranya semakin terdengar jelas. Aku membuka pintu dan mendapati sosok Septa dengan raut kesalnya. "b***h, lama banget lo bukain pintunya," adik Gatta melewatiku begitu saja. Pintu ku tutup. Aku menyusul Septa yang sekarang sudah duduk manis di sofa. Ia membaringkan tubuh sembari menghisap rokok yang baru saja menyala. "Bang Atta mana?" tanyanya. Gatta? Kemana cowok itu? Waktu menunjukan pukul empat sore dan acara Gereja seharusnya sudah selesai beberapa jam yang lalu. Tetapi, kenapa cowok itu belum pulang juga? Terakhir aku chat katanya sudah perjalanan pulang ke rumah. Gatta juga sempat menyanggupi membelikanku soto daging.

