Biar Tahu Rasa Kau Gatta

1221 Kata

*Plak* Satu tamparan mendarat mulus dipipiku. Seketika mataku terpejam merasakan panas yang menjalar. Tamparan itu tidak hanya sekali, tapi dua kali. Tante Karin-wanita yang menamparku- melihatku dengan tatapan murka. Air matanya tertahan, ia tersenyum masam. "Bisa-bisanya kamu have fun saat Mas Gerald terbaring lemah di dalam?!" Aku hanya bisa diam. Menikmati makian dari calon Ibu tiriku. Beberapa menit lalu saat masih di Mall, kakak pertamaku berkirim pesan. Ia memberitahu jika Papa masuk rumah sakit. Aku tidak tahu kenapa, tapi katanya Papa terjatuh di dalam kamar mandi. Beliau terbentur wastafel hingga membuatnya pingsan. Tadinya aku tidak mau peduli. Tetapi, percayalah kalian sekasar-kasarnya perlakuan papa kepadaku, itu tidak bisa membuatku tega. Sekalipun papa sering memukul d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN