“Majo, balik dong! Rugi, tuh, muka cantik tapi tunduk!” “Bibirnya tolong di kondisikan. Jangan manyun gitu, Jo!” “Majo, hari ini nggak ada kesibukan? Makan bareng di kantin, yok!” “Kamu cocok banget, deh, dipanggil Majo.” “Ahh, sayang banget. Majo udah ada yang punya. Aku kalah cepat.” Shinta yang berjalan beriringan dengan Rara terkikik geli. Dia melirik Rara yang menampakkan wajah cemberut. Gara-gara mendoakan Rojak tidak lulus ujian skripsi. Akibatnya, cowok itu berkoar-koar di gedung FISIP tentang julukan baru Rara sebagai aksi balas dendamnya. Niatnya untuk tak cari masalah lagi dengan Rara luntur begitu saja karena gadis itu yang lebih dulu cari masalah dengannya. Dan akhirnya, perjalanan dua cewek itu dipenuhi dengan bayangan kata ‘Majo’. “Ahh, kenapa, sih, cuma aku yang kena

