“Ra, hari ini kamu mau ke kampus, ‘kan?” “Ya.” “Yaudah, kita ke kampus barengan, ya? Aku mau ke perpustakaan nyari referensi lagi. Kamu mau ngapain ke kampus?” “Perpustakaan.” “Yaudah, bagus dong! Kita berangkat bareng aja! Naik motor!” “Gak usah.” “Pakai pakaian aku aja, nggak apa-apa, kok.” “Gak mau.” “Ra ....” “Shinta,” Rara menatap temannya itu dengan satu, “aku pulang, ya, mau siap-siap ke kampus,” pamitnya tanpa menerima tawaran Shinta yang bersedia meminjamkan pakaian padanya. Dia mengambil ranselnya lalu segera berjalan keluar rumah Shinta. Shinta keluar menyusul Rara. Sejak Kevin berkoar-koar di ponselnya tentang Avin semalam, Rara hanya terdiam dengan wajah tanpa ekspresi dan langsung menyembunyikan wajahnya di balik bantal. Bahkan ketika pagi tiba, Rara tak mengatakan

