Rara berjalan keluar dari lift. Dia menuju ruang rawat ibunya. Ia ingin menghabiskan banyak waktu dengan ibunya saat ini. Namun, ketika membuka pintu ruang rawat, tak ada siapa-siapa di dalam. Dengan cekatan, dia mengambil ponselnya dari dalam tas lalu menelepon ayahnya. “Halo, Ra? Kenapa, Sayang?” suara Nico terdengar. “Halo, Pa. Papa dimana?” “Ayah lagi di taman rumah sakit. Mama kamu pengen keluar, jadi Papa bawa ke sini. Kenapa? Kamu di mana?” Rara tanpa sadar menganggukkan kepala. Ia berjalan menuju jendela dan melihat ayah tengah duduk di kursi taman dengan ibunya yang duduk di kursi roda. Ibunya asyik menatap bunga-bunga yang berembun karena hari masih pagi, ayahnya tengah menempelkan ponsel ke telinga karena tengah menelepon dirinya. “Rara? Kamu masih di sana?” suara ayahnya

