Pukul 19.00 WITA Hampir satu jam Rara dan Shinta menunggu di ruang tunggu untuk giliran make-up. Rara menatap paper bag yang tergeletak di kursi kosong sampingnya. Isinya adalah toga dan kebaya untuk pemotretan nanti. Namun, kebaya itu bukan yang dibelinya kemarin di butik mamanya Kevin melainkan kebaya lain yang disiapkan oleh Ibunya. Kebaya yang baru saja dibelinya dengan Avin itu memang dikhususkan untuk dipakai Rara di hari wisudanya. Shinta yang duduk di samping Rara tengah sibuk mengobrol dengan Kevin yang baru saja datang. Rara menatap ponselnya sejenak. Dia baru saja mengirim pesan pada Avin untuk mengingatkan pemotretan ini hari. Namun, Avin belum kunjung membalasnya. Di telepon pun, suara mbak operator mengatakan nomor Avin di luar jangkauan. “Eh, Ra, orangtua kamu nanti iku

