43. Baikan

1592 Kata

Shinta mengunci rumahnya. Mata gadis itu langsung melotot sebal ketika melihat Kevin sedang berbincang dengan Avin di samping mobil yang terparkir di pinggir jalan. Dia mendekati dua pemuda itu dengan mata tajamnya yang mengarah pada Avin. “Shin, masih pagi, nih. Nggak usah pasang muka serem gitu, dong!” sungut Kevin. Walaupun dia tahu bukan dirinya yang menyebabkan mata Shinta seperti itu, tapi tetap saja, melihat pacarnya memasang wajah begitu, Kevin merasa seperti berpacaran dengan gadis kanibal. Itu cukup dipendam dalam hati. Kalau diteruskan sampai di mulut, bisa-bisa pikirannya tentang pacaran dengan gadis kanibal jadi kenyataan. “Hai, Ta. Wah, pagi ini cerah sekali, ya? Hari ini pasti nggak akan hujan,” kata Avin riang. Tak lama setelah Avin mengatakan itu, guntur menggelegar da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN