52. Penjelasan

1595 Kata

Mata Rara dan Avin bertabrakan. Mereka terdiam sejenak dengan suasana yang canggung. Lizasya yang melihat kecanggungan mereka langsung berdehem pelan membuat Rara tersentak dan segera membuka pintu kamar ibunya. “Kamu nunggu siapa?” tanya Rara “Ahh, itu ... aku nunggu kamu,” balas Avin canggung. Rara mengangkat kedua alisnya namun akhirnya mengedikkan bahu cuek. Lizasya yang duduk di kursi roda senyum-senyum melihat kecanggungan pasangan kekasih itu. Tanpa menanggapi ucapan Avin, Rara segera mendorong kursi roda ibunya menuju ruang rawat namun Lizasya menyentuh tangan putrinya itu. “Ibu bisa masuk sendiri. Kamu ngomong aja dulu sama Avin. Mungkin dia mau ngomong sama kamu, Ra,” ucap Lizasya memperjelas, “berdua,” tambahnya dengan senyum geli. “Betul!” Avin menyetujuinya lalu mengangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN