18. Dosen Muda

1494 Kata

Rara mendorong pagarnya sedikit agar ia bisa keluar. Saat mengunci pagarnya, sebuah mobil yang sudah sangat-sangat dikenalinya singgah tepat di depannya. Gadis itu meniup poninya jengah dan menghadap ke mobil hitam itu. Jendela mobil itu turun sedikit dan langsung menampilkan senyum manis Avin yang terlihat menyebalkan di mata Rara. “Mau apa?” “Jemput kamu, lah. Ayo, naik.” “Nggak, aku udah pesan Taxi.” “Batalin.” “Nggak mau.” “Batalin, Ra.” “Nggak mau! Maksa banget, sih!” “Batalin, Ra.” Avin menghela napas. “Atau kamu mau aku teriak di sini dan umumkan kalau ini hari pertama kita pacaran?” Rara tersenyum miring, “Memangnya kamu berani?” “Menghadap orang tua yang anak gadisnya pernah aku kutuk aja berani, Ra, apa lagi ini,” ucap Avin santai. Jari ibu dan telunjuknya bertemu seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN