Herman melihat Edgar sesekali melirik Wyne, mulai tidak nyaman, maka dia bersikap mesra ke sang istri. Meski dia tidak mencintai si istri, tapi sudah berjanji ke Gordon menjaga baik istrinya. Lantas pula, dia seperti Ricardo, menjaga baik wanitanya. Beruntung tuan putri tidak menolak, sebab tidak mau mereka malu dihadapan klien. Selepas makan, mereka bersantai sambil mendengarkan live music dan mengobrol. Tapi Herman tidak menikmati semua ini, sebab dia masih melihat Edgar terus melirik ke Wyne. Perasaan dia bertambah tidak nyaman. Tangan dia terus mendekap pinggang belakang istrinya ini. “Herman-“ Wyne menegur suaminya, “Aku ke toilet dulu ya.” Berpamitan hendak ke toilet. “Aku antar.” Herman bicara dengan tegas, lantas meraih tangan sang istri, dibawa mereka berdiri, “Clark-“ ditegur

