Bradley boleh saja menyesal. Juga boleh berpikir jika Tuhan sedang menghukumnya. Tapi apa pun itu yang Bradley rasakan, sekali pun ingin meninggal hari ini. Tidak ada yang namanya pengampunan dari seorang William Anderson. Kejam? William tidak menilai dirinya kejam di saat Bradley jauh lebih kejam melebihi iblis. Atau mungkin neraka saja enggan menerima Bradley? “Kau hanya buang-buang waktu dengan memohon.” William menyulut rokok dengan apinya setelah terjepit di antara bibir atas dan bawahnya. “Kau bahkan menyita waktuku untuk datang ke sini.” “Aku menyesal.” Bradley tidak pura-pura. Jika tahu tindakannya akan membawa dirinya pada kehancuran. Tidak seharusnya Bradley bertindak sebodoh itu. “Aku benar-benar menyesal.” “Kau berharap aku percaya?” William kepulkan asap rokoknya tepat ke

