Nah, pada akhirnya Alaina nangis sendiri. Melihat Austin yang pulang ke rumah dengan wajah kusut terlihat lelah. Alaina menyesali tindakan bodohnya yang lari-larian kayak bocil seharian ini. Sebagai seorang dewasa, harusnya Alaina menyelesaikan masalahnya. Meluruskan kesalahpahaman yang terjadi bukan malah lari seperti ini. “Kau kenapa?” Austin tidak akan berbohong soal perasaannya yang gelisah. Melihat Alaina menangis seperti ini mengingatkan dirinya akan masa kecilnya dulu. Saat melihat mamanya di sakiti oleh papanya dan menangis diam-diam. “Sayang—“ “Maaf.” Austin bengong. Telinganya merasa tidak sehat dan ada yang salah mendengar ucapan maaf dari istrinya. “Aku tak seharusnya berlaku seolah-olah kau benar-benar salah. Padahal ada penjelasan yang bisa aku dengarkan.” Lega adalah satu

