" Malam ini kamu akan mati." Nina tercekik, ia bahkan takut untuk bernapas. Bagaimana Noah bisa masuk ke kamarnya sementara pintu kamarnya masih terlihat ditutup? Nina lupa bahwa Noah adalah tuan rumah di sana. " Noah jangan bercanda. Apa salah mama?" Tanya Nina tertekan " Mama? Kau sama saja dengan ibu tiriku. Apa kau pikir aku tidak tahu bahwa kau yang menelfonku tadi!" " Noah, mama hanya ingin kau dan Ghea berbaikan, itu saja. Mama tidak ada niatan lain, Ghea sangat sedih karna kau tidak menyapanya beberapa hari ini." " Diam!" " Noah hati hati. Belatinya bisa melukai mama." Nina semakin ketakutan. Apalagi saat merasakan goresan ringan di lehernya. " Apartemen 102, itu aku berikan padamu dulu saat aku membeli Ghea darimu. Kau tahu Juan menempati apartemen itu?" Senyum Noah sinis

