Penghasut

2540 Kata

" Apa kau marah?" Tanya Ghea setibanya di kamar Noah. Pemuda itu mengulas senyum kemudian menggeleng pelan, mendekati Ghea dan mengusap pipinya hangat. " Bagaimana bisa saya marah padamu. Justru saya sangat merindukanmu." Bisiknya mendekati Ghea dan mendorong tubuh Ghea melangkah mundur. Ghea memejamkan mata saat Noah mulai mencium pipinya, lehernya dan... " Noah." Ghea memalingkan wajah. Ia berusaha menghindar " A-aku sedang tidak enak badan." Imbuhnya dengan suara gemetar. Noah mengernyit, ia mengulas senyum kemudian kembali mendekati Ghea dan memegang bahunya hangat " Kenapa? Apa kamu tidak merindukan saya?" Tanyanya " Tentu aku merindukanmu." Jawab Ghea terlihat gusar. Ia tahu dengan jelas apa yang sebenarnya diinginkan Noah darinya. Terlebih memang sudah lama mereka tidak berhubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN