" Kenapa tidak bilang kamu mau ke sini? Saya bisa meminta supir untuk mengantarmu. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada calon bayi kita?" Noah memeluk Ghea hangat saat ia memasuki ruang utama kantor itu. Noah mengernyit melihat ekspresi wajah Ghea yang tampak murung. " Ada sesuatu yang terjadi?" Tanyanya. Ghea menatapnya gusar, entah ia harus bertanya di mana Bian atau tidak. Ia takut Noah akan semakin marah " Ghea?" " Aku ingin pulang, apa kau masih sibuk?" Tanya Ghea memancing " Ya, saya ada meeting dengan beberapa anak perusahaan sebentar lagi." Jawab Noah " Kalau begitu aku akan naik taxi." " Tidak! Biarkan karyawan mengantarmu ya." " Noah, aku tidak bisa percaya pada siapapun lagi. Bagaimana kalau Bian, dia bisa mengantarku kan?" Tanya Ghea menebak raut wajah Noah. Tapi pemuda

