Seorang laki-laki membawa ransel hitam muncul dari pintu baja yang menjulang tinggi. Memakai celana jeans warna hitam dan hem warna biru. Potongan rambutnya rapi. Sejenak ia tengadah, menghirup udara sebanyak-banyaknya serta mengucapkan syukur yang tidak terkira. Hari ini adalah hari kebebasannya setelah mendapatkan reward beberapa kali karena sikap baiknya selama di rumah tahanan. Ketika menatap lurus, langsung bersitatap dengan Mahika. Wanita dengan mata berkaca-kaca itu lekas menghampiri dan memeluknya erat. Mereka berpelukan dengan tangis bahagia. Beberapa saat kemudian, Johan menghampiri sang adik dan memeluknya. Baru menyalami dan memeluk pengacaranya. "Selamat, Jo. Kamu akan mengawali hidup baru lagi. Tetap semangat. Ada istri, anak, dan keluarga yang menunggumu bebas hari ini."

