bc

Ketika Cinta

book_age16+
161
IKUTI
1K
BACA
friends to lovers
independent
brave
drama
sweet
lighthearted
first love
friendship
colleagues to lovers
like
intro-logo
Uraian

Cinta tidak hanya pengertian antara dua hati manusia. Tetapi juga persamaan tujuan yang ingin dicapai bersama (Antoine de Saint Exupery)

Kebersamaan seringkali menghadirkan perasaan cinta antara dua orang berlainan jenis. Dan Seringkali pula orang mengatakan mustahil terjadi persahabatan murni antara laki laki dan perempuan. Tapi tidak, hal itu tidaklah seluruhnya benar … karena pada hakekatnya saling mencintai berarti saling mengerti, saling memahami, dan sama sama mengiginkan yang terbaik untuknya...

Seringkali kita tidak memahami perasaan kita sendiri terhadap seseorang, apa yang kita rasakan dan akan sebagai apa ia kita tempatkan ?

Cinta seorang sahabat adakalanya lebih dalam … lebih luas … dan lebih memiliki persamaan tujuan yang ingin dicapai bersama !!!

Lalu … bila cinta bicara, bisakah kita mengelak ?

Bisakah kita memilih … menjadikannya sahabat, keluarga atau kekasih ?

chap-preview
Pratinjau gratis
Orientasi
Miftah duduk di sekretariat, menatap peserta orientasi yang tengah makan siang dengan bekal yang mereka bawa. Sesi orientasi kurikulum yang panjang tadi cukup melelahkan. Ditambah dengan kebiasaan puket satu yang berbicara dengan nada panjang dan lambat. Udara segar walaupun sedikit panas ini memang dibutuhkan oleh peserta yang sudah harus kembali masuk ke aula duapuluh menit lagi untuk sesi berikutnya. “ Selamat siang.” Miftah tersenyum pada peserta yang berdiri didepan pintu ,” Ya, ada apa ?” “ Kak, ada yang pingsan, ruang kesehatan terlalu jauh. Boleh kami bawa ke teras sini dulu?” “ Tentu saja ,” diikutinya gadis itu keluar dan menemukan seorang gadis tergeletak degan wajah pucat ,” Tolong minta petugas kesehatan kesini, kalian lanjutkan makan siang.” ujarnya pada tiga anak lelaki yang tadi membopong gadis itu. Ia menatap kagum pada gadis dengan pita merah yang tengah melonggarkan pakaian temannya dan memijat beberapa bagian tubuh dengan tenang, seolah tahu pasti apa yang harus dilakukannya. Dan benar … gadis yang pingsan itu mengeluh perlahan sebelum membuka mata. “ Minum dulu ,” dibantunya temannya duduk bersandar dan menyodorkan botol minumnya ,” makan ini dulu.” dibukanya permen ,” Gak ada yang ngasih minuman manis sih.” Miftah tersenyum malu ,” Sorry, tunggu sebentar.” ujarnya mendapati gadis itu meliriknya saat mengucapkan kalimat terakhir ~mata itu …~ Diulurkannya segelas teh manis hangat yang tersedia di meja ,” Ini.” “ Terima kasih, Kak.” ujar sang korban mencoba duduk dengan senyum dan tatapan yang sudah banyak diterimanya dari peserta orientasi beberapa tahun ini. “ Terima kasih sama temanmu.” Ujar Miftah ,” Dia yang menolongmu, juga bilang terima kasih pada tiga teman yang membopongmu tadi.” Sang teman meringis sambi membereskan barangnya ,” Petugas kesehatan sudah datang, aku masuk dulu ya. Permisi Kak.” Miftah melambaikan tangan, berusaha seringan suara gadis itu berpamitan. “ Pingsan milih disini ?” guman ito sambil jongkok disamping peserta itu ,” Masih pusing ?” “ Tempat terdekat dari lokasi.” Miftah membawa masuk gelas yang sudah kosong. Sebentar lagi Ito pasti sudah membereskannya. Si Bawi … Batak Betawi itu tahu persis apa yang diperlukan peserta yang pingsa. Lagipula toh gadis itu sudah jauh lebih baik setelah pertolongan temannya tadi ~ Hei … ada apa ini ~ Miftah memejamkan mata sambil bersandar, dan gadis itu seakan kembali melambaikan tangan sambil bilang permisi .. “ Ngapain, Mif ?” Miftah membuka matanya, menatap Dewi yang tengah membersihkan lensa kameranya ,” Istirahat sebentar.” “ Bukan itu yang ditanyakan Dewi, ngapain senyum senyum sendiri ?” Ito menyahut sambil duduk disamping Dewi. Miftah memilih tidak menjawab. Ditatapnya kedua makhluk dihadapannya, makin hari keduanya semakin dekat saja. “ Hei … kesambet ya ? Ditanya bukannya ngejawab malam bengong. Ito melambaikan tangan didepan wajah Miftah. “ Siapa yang bengong ?” “ Kita masuk dari tadi kamu gak denger. Tiduran sambil senyam senyum sendiri.” Dewi menutup lensa kameranya ,” Ada gebetan ya ?” Miftah tersenyum misterius. “ Beneran nih ?” Ito penasaran. “ Apaan sih ? Cuma membayangkan bosannya peserta di sesi barusan. Aku saja yang bisa keluar masuk nyaris gak kuat nahan ngantuk.” “ Aku tidur tadi.” Ito tertawa ,” Setelah ini kamu masuk lagi ?” “ Gak …. nanti sesi terakhir lagi.” Diteguknya air minum ,” Kamu nanti tidur tempatku ?” “ Iya, tapi aku mau ambil baju dulu.” “ Sekalian nitip s**u deket kontrakanmu ya. Tadi Rika bilang susunya sudah habis.” “ ok, berapa liter ?” “ Tiga aja.” “ Rika sudah enakan, Mif ?” tanya Dewi ,” Belum ada kuliah kenapa gak dirumah aja sih ?” “ Entahlah … Kak Hani padahal sudah bilang meu menjemputnya. Tapi dianya gak mau, ya sudahlah … dokter juga bilang cuma butuh istirahat aja.”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.4K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
59.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook