Bagaimanapun, Kamu Layak Diperjuangkan

593 Kata

Sepoi angin lembab menerobos memasuki jendela mobil yang dibiarkan terbuka. Sisa sisa hujan sejak pagi tadi membasahi tempat Ito menghentikan mobil. Berdiam diri mereka menatap Bandung dari atas yang nampak basah, ditemani denting piano dari jemari Richard Clayderman yang menjadi suara tunggal untuk beberapa lama. " Besok orangtuamu datang, Wi ?" " Iya." sahut Dewi pelan. Sejak kematian si kembar, kedua orangtuanya memutuskan pensiun dan tinggal di Malang, berdekatan dengan keluarga besar dari pihak ibunya. " Kamu sudah pernah bicara tentang kita ?" " Hmm." Dewi mengangguk. " Lalu ?" " Mereka gak keberatan." Ito menghela nafas ," Mengapa ? Dulu mereka tidak seperti itu." Dewi menatap sedih saat lelaki disampingnya menyalakan rokok ," Mengapa sulit sekali buatmu untuk menerima merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN