Kanaya
Kanaya adalah seorang putri semata wayang keluarga Brahma, sampai dia berusia 17 tahun, setelah itu Ibu dan Bapaknya memutuskan untuk mengadopsi anak, dan tentu saja atas persetujuan gadis itu. Awalnya mereka memutuskan untuk mengadopsi 1 anak saja, tetapi sampai di yayasan Bunda Harapan, Kayana menyukai anak kecil yang berumur 1 tahun dan memiliki seorang kakak, berumur 3 tahun bagaimana mungkin gadis itu memisahkan kedua kakak beradik itu, hanya persaudaraan yang dimiliki oleh mereka bagaimana mungkin seorang Kanaya si princess yang baik hati, dan mendapatkan kasih sayang secara utuh dari kedua orang tuanya itu tega untuk memisahkan mereka. "Pah, gimana kalau adiknya Kanaya 2 aja, jangan satu, kasihan" bisiknya pada Papanya. Yang dibalas anggukan oleh Papanya. Tapi gaji papa ga gede loh kak, ntar uang jajan kuliah kamu dikurangin ya, untuk beli s**u, canda Papanya. Yang dibalas dengan ledekan khasnya Ye, orang Kanaya dapat beasiswa, dan uang saku yah, putri semata wayangmu ini bukan anak kecil lagi Pah, yang hanya bisa minta uang saku sama Ayah, bisiknya. Ibunya hanya menatap mereka berdua dengan cemburu, perasaan Ibu ada disiniloh kok hanya kalian berdua doang yang ngobrol, Ibu ga dianggap nih. Ibunya terkadang merasa jengkel jika putri dan suaminya sering berbisik -bisik, seakan tak dianggap diantara mereka. Oalah Ma, jangan cemburu gitu dong ama anak sendiri, goda Papanya. Udah -udah jadinya anak yang mana yang mau kita angkat, jangan lama -lama Pa, kasihan ibu pantinya nunggu dari tadi. Mah, kalau adopsi 2 boleh ya ma, Kanaya suka banget ama baby Alea dan kakaknya Revi, please. Baiklah princessku, bagaimana mungkin permintaan kamu bakal kami tolak, sebentar lagi toh putri mama ini akan bertemu pangerannya, tinggal Mama dan Papa yang ada dirumah, artinya jika semakin banyak orang di rumah,kami nanti ga bakal kesepian lagi, ungkap Mamanya menggoda putri semata wayangnya yang sebentar lagi memilik adik adopsi.Yang membuat bibir Kanaya mengerucut tanda tak setuju dengan rencana Ibunya, apaan sih Ibu Kanaya lama lagi bakal Nikah, 4 tahun lagi baru lulus kuliah setelah itu cari kerja, dan aku masih lama bersama kalian dengan Papa, Mama, dan kedua Adekku, yang dibalas anggukan oleh Papanya, bagaimanapun sosok Papa adalah sosok yang yang tidak ikhlas jika putrinya mencintai pria lain selain dia, butuh waktu untuk melepas putrinya. Satu sama, jail Mamanya yang memang mengetahui bagaimana cara memanyunkan suaminya, emang suaminya saja yang bisa menggodanya, dia juga bisa, setelah ini bisa dipastikan mood pak Brahma bakal segera berubah yang tadinya bahagia, bakal berpikir bagaimana mungkin gadis mereka bisa secepat ini bertumbuh tanpa terasa menjadi seorang gadis. Akh tahun demi tahun ternyata berganti begitu cepat. Ayo pulang pah, Aku udah ga sabar menjadi Ibu baru lagi memiliki bayi 1 dan 3 tahun, sepertinya aku harus belajar lagi, sudah puluhan tahun tak mengurus bayi dan kini aku memiliki 2 bayi, yang membuyarkan lamunan pak Brahma. Setelah pengurusan pengadopsian Bayi akhirnya 2 bayi tersebut dibawa pulang oleh keluarga Brahma, dengan Kanaya yang menggendong Revi. Dijalan mau keparkir Mamanya melihat papanya masih berpikir mungkin tentang princessnya yang sudah menjelma menjadi gadis, Udah dong pah dari tadi wajahnya berpikir keras mulu, tenang saja putrimu belum bakal menikah, masih lama, kecuali yang melamarnya Song JongKi atau Hyun Bin. Yang membuat mood suaminya kembali lagi menjadi ceria, ya bagaimana mungkin pria yang selalu ditonton anak gadisnya datang melamar putrinya, membayangkan kata tak mungkin membuatnya tertawa sendiri. Papanya lupa bahwa ini semua tentang waktu.