BAB 24 Menghadapi Masa Lalu Angin sore bergerak pelan di halaman sekolah. Namun bagi Alya, udara terasa jauh lebih berat dari biasanya. Di hadapannya berdiri seseorang yang selama tujuh tahun ia kenal sebagai guru yang baik. Orang yang dulu sering memberi nasihat. Orang yang selalu terlihat tenang. Namun sekarang— Orang yang mungkin menyimpan rahasia terbesar tentang malam yang mengubah hidupnya. Pak Arman. Alya menatapnya tanpa berkedip. “Sudah berapa lama Bapak berdiri di sana?” tanyanya. Pak Arman tersenyum tipis. “Cukup lama untuk mendengar sebagian percakapan kalian.” Dimas langsung melangkah sedikit maju. “Kalau begitu Bapak juga tahu kenapa kami ingin berbicara dengan Bapak.” Pak Arman menatapnya dengan tenang. “Aku punya dugaan.” Alya menggenggam tangannya. “Bapa

