= KISS =

1479 Kata
Musik dengan Genre Rap terdengar jelas memenuhi ruang Apartemen Beckham, wangi alkhohol tercium menyengat bersamaan dengan suara riuh beberapa teman Beckham yang ikut memeriahkan acara.   Kiara perhatikan, hampir 95% tamu yang datang adalah laki – laki sedangkan perempuannya masih bisa di hitung dengan jari.   Sejujurnya, Kiara tidak terlalu nyaman dengan acara ini karena selain tidak ada orang yang dia kenal, musik yang di putar oleh Bekcham pun tidak sesuai dengan seleranya. Kiara lihat juga Beckham sibuk dengan teman – teman wanita lainnya membuat Kiara jengah dan merasa tak dianggap, padahal dia sudah meluangkan waktu untuk datang ke acaranya dengan membohongi suaminya sendiri.   “ Membosankan! “ seru Kiara yang kini duduk saja di salah satu kursi sambil meneguk minuman beralkohol. Dia mengeluarkan ponselnya untuk saling mengirim pesan dengan Prita.   Kiara : Prita, gue bete karena Beckham cuekin gue. Prita : Udah pulang aja. Kiara : Gak enak, gue baru satu jam disini. Prita : Emang lo suruh Fahrial pulang jam berapa. Kiara : Jam dua belas. Prita : Jam setengah dua belas gue akan hubungi lo lagi supaya lo inget waktu pulang. Kiara : Yaudah. Prita : Jangan terlalu banyak minum. Kiara : Iya bawel. Prita : Kirim alamat Apartemen Beckham coba. Kiara : (Mengirim lokasi dan lantai berapa kamar Apartemen Beckham). Prita : Gak terlalu jauh dari Apartemen gue. Kiara : Eh Prita, Beckham nyamperin gue. Lanjut nanti chatnya ya. Prita : Jaga diri baik – baik, biar bagaimanapun Beckham itu masih orang baru yang belum terlalu dekat dengan lo.   Pesan terakhir Prita tidak di baca oleh Kiara yang sudah buru – buru memasukkan ponselnya ke dalam tas saat melihat kedatangan Beckham.   “ Hai Beckham. “   Beckham duduk di sebelah Kiara. “ Sorry ya, tadi aku ngobrol dulu sama temanku yang udah jauh – jauh datang. “   “ Iya santai aja. “ Kiara berusaha untuk tersenyum seraya mengusap telinganya yang sakit mendengar musik Rap.   “ Berisik ya disini? “ tanya Beckham melihat Kiara nampak tak nyaman.   “ Iya. “ Kiara mengangguk.   “ Mau ke sebelah? “ tawar Beckham.   “ Sebelah? “ Kiara terheran – heran dengan tempat yang Beckham maksud.   “ Ini sebenarnya Apartemen sahabatku, kalau Apartemenku tepat berada di sebelahnya. Aku mengadakan acara disini karena barang – barang temanku tidak terlalu banyak sehingga terlihat lebih luas di banding Apartemenku. “ Terang Beckham agar Kiara mengerti.   “ Oh gitu. “ Kiara mengangguk saja. “ Boleh, deh. “ Lanjut Kiara yang merasa sudah tidak tahan dengan kondisi ruangan saat ini yang sangat pengap di penuhi teman – teman Beckham serta musiknya yang begitu membuat kepala Kiara pusing tidak seperti musik yang biasa dimainkan di club yaitu musik DJ.   “ Oke. Ayo ikut. “ Beckham bangun dari duduknya, ia menuntun Kiara ke arah pintu luar. Sebelum pergi, Beckham sempat berhenti untuk bicara dengan temannya si pemilik Apartemen yang di jadikan tempat Party.   “ Dika, gue ke sebelah dulu ya. “ Pamitnya.   “ Sama siapa? “ tanya Dika.   “ Kiara. “ Beckham menunjuk ke arah Kiara yang berada di belakangnya.   “ Wuih, oke, deh. Have fun ya! “ seru Dika kepada Beckham.   Beckham pergi keluar Apartemen meningalkan para tamu undangannya. Padahal, ini acara miliknya tetapi dia malah menghilang di antara keramaian dan memilih untuk berduaan dengan Kiara.   Apartemen Beckham tepat berada di sebelah kamar Dika sehingga hanya beberapa langkah saja mereka langsung sampai.   “ Silahkan masuk. “ Beckham membukakan pintu dan mempersilahkan Kiara masuk ke dalam.   “ Makasih. “ Kiara melangkahkan kakinya menuju kursi yang langsung dia temui ketika baru saja masuk.   Beckham mengambil satu botol Beer dari dalam bufet, lalu dia ambil dua gelas dan berjalan ke arah Kiara.   “ Kamu nginep aja di sini. “ Kata Beckham yang baru saja duduk di sebelah Kiara, ia membuka tutup botol Beer kamudian dia tuangkan ke dalam gelas untuk dirinya dan Kiara.   “ Gak bisa, Beckham. Aku besok mau pergi karena ada acara keluarga besar. “ Bohongnya.   Beckham terkekeh. “ Kamu kan, sudah besar. Ngapain ikut acara keluarga. Lebih baik menginap dan menghabiskan waktu bersamaku di sini. “ Ajaknya mencoba untuk merayu Kiara.   “ Kapan – kapan saja. “ Tukas Kiara, ia mendadak gugup karena saat ini sangat berdekatan dengan Beckham, bahkan lelaki itu menatapnya lekat.   “ Kamu sangat cantik malam ini, Kiara. “ Puji Beckham sambil menyodorkan segelas minuman beralkohol dengan kadar tinggi itu kepada Kiara.   “ Makasih, Beckham. “ Kiara mengambil minuman yang Beckham berikan kepadanya. “ Oh iya, kado untukmu nyusul ya. Aku belum sempat beli. “   “ Aku tidak butuh kado berupa barang darimu. “ Kata Beckham mendekati wajahnya ke arah Kiara.   “ Lalu a—apa mau kamu? “ Kiara semakin gugup, ia meneguk Beer tersebut beberapa kali tegukan untuk mengurangi rasa tegang yang merasuki dirinya.   “ Aku ingin menciummu, Kiara. “ Pinta Beckham sontak membuat Kiara kaget, bingung dan bimbang harus menolak tidak.   “ Jika kamu membiarkan aku menciummu, aku akan sangat senang dan merasa ini adalah kado terindah di dalam hidupku. “ Tambah Beckham dengan suara lembut saat merayu.   Kiara mencoba untuk teguh ingin menolak permintaan Beckham tetapi di sisi lain dia menginginkan ciuman dari pria yang menurutnya sangat keren dan cukup membuat hatinya terperangkap.   “ Boleh? “ tanya Beckham yang kini sudah semakin dekat dengan wajah Kiara.   Kiara tidak mengangguk atau berkata apapun karena dia sudah mulai terbawa minuman yang baru saja dia teguk. Melihat Kiara diam, Beckham pun tak mau membuang – buang waktu, ia semakin mencondongkan wajahnya untuk mencium bibir ranum Kiara.   CUP.   Kiara tertegun saat bibirnya sudah saling bersentuhan dengan Beckham. Tak ada respon yang dia berikan atau penolakan dan tentu saja hal tersebut membuat Beckham merasa bebas ingin melanjutkan ciumannya.   Beckham pun mulai melumat bibir Kiara sesuka hatinya, ia melakukan ciuman dengan ritme lamban sampai akhirnya semakin cepat dan ganas.   Kiara yang sempat terdiam pun mulai membalas ciuman Beckham, ia melingkarkan tangannya pada leher Beckham agar lebih nyaman. Suanasa semakin panas dan penuh gaariah sampai membuat Beckham tidak bisa menahan dirinya. Lelaki itu menyudahi ciumannya dan berniat untuk membuka baju Kiara. Sebelum membuka pakaian Kiara, lelaki itu terlebih dulu membuka bajunya sendiri, setelah itu baru dia ingin melepas semua yang dikenakan Kiara tetapi pada saat yang bersamaan Kiara mendadak mual.   “ Hoeekk… “   “ Kiara? “ Beckham jadi panik sendiri. “ Kamu kenapa? “ tanyanya cemas.   “ Aku belum sempat makan nasi dan langsung banyak minum jadi membuat Maag aku kambuh. “ Terangnya karena memang Kiara belum sempat makan sebelum datang kemari. “ Hoekk…” Akhirnya dia tidak dapat menahan rasa mualnya dan tak sengaja muntah membasahi lantai.   “ Kia? “ Beckham mendadak berdiri agar terhindar dari cairan muntahan dari mulut Kiara, ia menatap gadis itu iba karena kasihan.   Kiara yang sudah lemas karena di bawah pengaruh minuman beralkohol pun selang beberapa detik setelah muntah, ia langsung tak sadarkan diri.   “ Aduh, gimana ini. “ Beckham berputar arah agar tidak melewati lantai yang kotor, setelah itu dia mengangkat tubuh Kiara untuk di pindahkan ke dalam kamarnya supaya Kiara bisa beristirahat lebih nyaman disana.   Beckham membaringkan tubuh Kiara di atas kasurnya, ia pandangi gadis itu. “ Kasihan kamu, Kiara. “ Tutur Beckham, ia mengambil tissue lalu mengelap bibir Kiara yang terdapat sedikit sisa kotoran dari mulutnya yang basah.   Setelah beres, Beckham menelepon salah satu tukang bersih – bersih untuk mengelap muntahan Kiara tadi dan salah satu OB pun datang untuk mengurusnya.   “ Ini tip buat mas. “ Beckham memberikan uang lebih untuk OB yang sudah selesai membersihkan kotoran tersebut.   “ Makasih ya. “ OB itu segera pergi keluar kamar.   “ Huftt… “ Beckham menghela nafasnya, padahal tadi dia sudah mencapai di puncak gairaah untuk b******a dengan Kiara tetapi gadis itu mendadak tidak enak badan dan pingsan.   Beckham tidak mau egois dan memaksakan kehendaknya, sehingga dia membiarkan Kiara untuk beristirahat dahulu. Dia kembali ke kamar untuk memantau kondisi Kiara.   “ Sebaiknya aku disini saja temani dia. “ Beckham duduk di kursi yang ada di kamarnya sambil memandangi Kiara yang masih terlelap.   **   Waktu cepat berlalu dan kini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Prita mulai menghubungi Kiara untuk mengingatkan sahabatanya itu agar segera pulang tetapi tidak ada jawaban dari gadis itu.   “ Kemana sih, ini anak! “ seru Prita yang sejak tadi bolak – balik meneleponnya.   Tak lama ada pesan masuk dari Fahrial.   Prita, ini aku Fahrial suaminya Kiara. Tolong sampaikan pada Kiara untuk segera pulang ya, terima kasih. *Fahrial*   “ Tuh, kan. Suaminya udah kirim pesan ke gue. “ Prita kembali menelepon Kiara tetapi masih tetap sama tidak ada jawaban. Prita mulai khawatir dengan sahabatnya itu. Dia khawatir kalau Kiara mabuk berat dan pingsan tidak ada yang menolongnya serta bagian yang paling Prita takuti adalah Kiara di paksa untuk melakukan sesuatu yakni berhubungan badan oleh pria yang baru dikenalnya itu.   “ Gak bisa! Gue harus samperin dia kesana! “ Prita yang tidak bisa diam saja pun bergerak pergi menunju Apartemen Beckham. Untung saja tadi dia sempat meminta Kiara mengirimkan alamatnya sehingga saat ini dia dapat dengan mudah kesana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN