Sinar mentari mengintip dari celah-celah pohon, ayam berkokok pertanda bahwa hari mulai pagi. Keadaan mereka masih sama seperti sebelumnya, bahkan mereka tidak ada yang berani bergerak banyak. Para mahasiswa laki-laki tertidur tepat di dekat pintu untuk menghalau hal-hal yang tak diinginkan, sementara itu Siska dan Amel masih terus mengkhawatirkan keberadaan Venska. “Kita mau cari Venska ke mana?” tanya Siska dengan lesuh. “Aku akan lapor ke Pak Dayat dan Pak Sulaiman, semoga saja mereka bisa membantu.” Sahel melempar selimut milik Roni, ia bergegas untuk bangun dan mencuci muka terlebih dulu. Roni dan Yudi tidur sembari berpelukan, keduanya saling menendang saat sadar bahwa posisi mereka sangat tidak layak untuk ditonton. “Sialan, ngapain peluk-peluk?” Roni merinding sekujur tu

