“Pstt.. Han, Yu, bangun.” Seruni berusaha membangunkan kedua temannya, Handi dan Dayu semalaman ini pingsan akibat pukulan kemarin. Dayu lebih dulu melenguh, ia mengerjapkan matanya beberapa kali. “Eunghh…” Seruni menghela napas lega karena Dayu akhirnya sadar juga, sudah sejak tadi ia membangunkan Dayu tapi sang empunya tidak terbangun juga. Dayu berhasil membuka matanya yang terasa berat, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan itu. Dirinya berada di ruangan yang terlihat seperti gudang, banyak tumpukan jerami dan daun-daun kering di pinggirannya. Tangan Dayu masih terikat, ia bahkan kesulitan saat ingin menggerakkannya. Saat ia menoleh ke samping, ada Seruni dan Handi yang juga bernasib sama seperti dirinya. Ki Rampah benar-benar menyekap mereka di sini, Dayu menipisk

