Malam ini terasa begitu pekat dari biasanya, bahkan angin yang sering berdesir pun tampak menyepi. Pohon-pohon tak bergerak sedikit pun, membuat suasana menjadi panas dan berkeringat. “Nggak biasanya panas banget kayak gini.” Putri mengibas-ibaskan buku kuliahnya untuk menciptakan angin-angin kecil. “Iya, biasanya juga dingin banget sampai menggigil.” Balas Samirah. Mereka berdua berdiri sambil memandangi halaman luar melalui jendela, karena tidak bisa tidur dalam keadaan cuaca panas seperti ini. Mereka hanya berdua di sana karena yang lainnya telah setia di dalam kamar masing-masing. Kebetulan Putri dan Samirah merupakan rekan sekamar, mereka sama-sama tak betah gerah. Glodak Glodak! Suara berisik terdengar, seperti sebuah benda yang diseret melewati tanah. Sontak saja mereka

