16 : Ki Rampah & Sugeng

2200 Kata

Ternyata keributan mereka semalam sampai ditelinga sebagian warga dan juga Pak Dayat serta sang istri. Sepasang suami istri itu langsung mengunjungi tempat tinggal para mahasiswa untuk mengecek keadaan mereka. Saat ini mereka berkumpul di kamar milik Putri serta Samirah, keadaan Samirah semalaman tetap saja begitu, linglung, pandangan kosong serta tak mau berbicara sedikit pun. Mereka semua resah, apa Samirah ketempelan? “Sejak semalam Samirah selalu diam, ketika saya ajak bicara juga diam.” Putri berujar sembari sesenggukan. Ia sudah mencoba untuk berbicara, menyuapi makan, serta menuntun temannya untuk membersihkan diri. Namun, Samirah hanya diam seperti patung, bahkan posisinya yang meringkuk dari semalam tak pernah berubah hingga saat ini. Putri takut, ia adalah orang pertama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN