Hari-hari berlalu dengan cepat, semenjak kejadian dimana Putri serta Samirah melihat keranda terbang, para mahasiswa dan mahasiswi di sana mulai was-was dan antisipasi. Begitu juga dengan warga lainnya, kemunculan keranda terbang dirumorkan sebagai bentuk tanda peringatan akan suatu hal yang buruk. Rogokepaten yang terkenal dengan keangkerannya pun berubah menjadi semakin mencekam saja. Akhir-akhir ini mereka dapat merasakan aura yang berbeda, terlebih lagi pada Seruni, hawa desa ini makin kental dengan aura mistis. Seperti halnya malam ini, Seruni berdiri dibalik jendela kediamannya, ia mengadahkan kepala ke atas, melihat awan hitam yang membumbung tinggi di langit. Desiran angin menyapu wajah cantik itu, rambutnya berantakan terkena sapuan itu. Mata Seruni mengerjap lama sebelum

