Malam itu Venska tengah terbangun dari tidurnya, saat meraba ke ranjang sebelahnya ia tak mendapati adanya Siska di sana. Gadis itu menguap lebar, matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan pandangan. Malam ini ia tidur lebih awal, badannya terasa pegal-pegal, terpaksa siang tadi ia harus ikut terjun ke kebun untuk membantu para warga karena desakan grupnya. “Baru tidur setengah jam, udah kebangun aja.” Ia memang baru tertidur setengah jam yang lalu. Venska bangkit dari tidurnya, ia duduk di tepi ranjang, tenggorokannya haus. Ia ingat jika di tasnya ada sebotol air mineral yang dibawa dari rumah sampai ke sini, jadi ia tak perlu susah payah pergi ke dapur. Kakinya melangkah turun dari ranjang, telapakannya terasa dingin saat menempel pada lantai itu. Ruang kamar ini lebih lu

