30 : Kediaman

2500 Kata

“Nihil..” Seorang pemuda berbalik badan dan mengendikkan bahunya dengan lemas, pencariannya seharian ini tidak membuahkan hasil, Venska belum diketemukan padahal mereka telah mengerahkan warga untuk membantu pencarian. Teman-temannya tampak lesuh, ekspresi mereka penuh dengan kesedihan. Siska mendongak menatap Sahel, sorot matanya ada ketegasan. “Ini udah nggak bisa ditolerir lagi, aku mau kasih tahu Ayahnya Venska.” Sahel tidak bisa menghalangi lagi, ia sudah berjanji untuk mengizinkan Siska memeberi tahu semuanya jika sampai malam hari ini Venska belum ditemukan. “Oke, kita akan menanggungnya bersama.” Tukasnya. Siska memberanikan diri untuk menghubungi ayahnya Venska, ia bahkan sampai harus mematikan ponsel saking takutnya. Benar saja saat ponsel tersebut hidup, sudah ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN