“Jadi… gimana rencana kamu Yu?” tanya Handi pada Dayu. Kini mereka bertiga telah berada di tempat persembunyian Dayu, tempat itu seperti gubuk dan berada di sudut terpencil perkebunan. Dayu juga telah meminta macan kumbangnya untuk menjaga gubuk ini. “Sehari sudah berlalu, dua hari lagi malam puncak purnama akan tiba dan saat itu lah persembahan dimulai. Mereka memang mengincar kita untuk dijadikan tumbal, di sana masih ada Samirah yang keadaannya buruk. Untuk membawa Samirah pergi dari sana sangat sulit, tapi aku ada ide agar kita bisa membebaskannya.” Seruni bangkit berdiri, ia mendekat pada Dayu. “Bagaimana?” “Malam harinya Samirah akan di bawa keluar padepokan, di sana ritual persembahan akan dilaksanakan. Nah, aku dan Handi akan masuk ke sana buat ngegagalin dan bawa Samirah,

