Putri terus berlari membelah rimbunan hutan, kakinya yang selama beberapa hari terikat membuatnya kesulitan untuk berlari dengan sempurna. Ia terseok-seok, kakinya terasa perih akibat goresan-goresan luka pada saat diikat. Ia menoleh ke belakang, di sana ia bisa melihat bahwa Sugeng mengejarnya. Putri panik, ia semakin mempercepat langkahnya. Gerimis menjadi hujan yang lebat, air hujan tumpah seiring dengan perjuangan Putri untuk menemui teman-temannya dan juga melaporkan tindak penyekapan serta kejahatan ini pada polisi hutan yang berjaga. Awan membumbung tinggi berwarna gelap, suara petir juga saling bersahut-sahutan. Putri melompati kubangan air, ia harus berhati-hati agar tak terpeleset dan berakhir jatuh. “Berhenti!” Suara teriakan Sugeng menggema di hutan itu, membuat Putri s

