21 : Perjuangan I

3100 Kata

Jam delapan pagi mereka sudah bersiap melakukan program kerja sesuai dengan perencanaan. Venska berdiri di ruang tamu, matanya menatap tajam pada satu obyek, kamar Seruni. Ia masih tidak terima dengan perkataan gadis itu yang sudah menuduh orangtuanya tidak-tidak. Rencananya ia akan menuntaskan semuanya hari ini juga, ia mau melabrak Seuruni di hadapan semua rekan-rekan kelompoknya. Biar saja, Seruni harus diberikan pelajaran agar mulutnya tak berkata sembarangan. Siska keluar dari kamar, ia menaikkan sebelah alis bingung saat melihat sahabatnya berdiri dengan kaku seperti itu. Siska menggendong tas ranselnya, tangan kanannya memegang sepasang sepatu yang belum ia pakai. Siska melangkahkan kaki mendekat pada Venska. “Kamu ngapain berdiri kayak patung di sini?” Venska hanya melirik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN