Pagi-pagi sekali Seruni mengetuk pintu kamar Dayu dan Handi, tak ada banyak waktu untuk menyelamatkan Samirah dan Putri, dua temannya itu harus dibawa pergi dari padepokan itu. Hanya dengan bantuan Dayu dan Handi lah Seruni dapat melakukannya. “Ada apa?” Suara Handi mengagetkan gadis itu. Seruni berjalan mondar-mandir di depan kamar rekannya, ia merasa tak enak hati karena harus memasuki kawasan para laki-laki. Beruntungnya Handi ternyata sudah keluar dari kamarnya sejak tadi, hingga gadis itu tak perlu mengetuknya terlalu lama. “Putri dan Samirah dalam bahaya,” ucap Seruni. Handi menggosokkan rambutnya pada handuk, rupanya lelaki itu sehabis mandi, aroma shamponya pun merasuk ke dalam hidung. “Maksudmu?” Handi belum menangkap maksud dari Seruni. Handi belum mengetahui cerit

