Disa sudah terlelap dalam tidurnya, badan yang nyeri karena lebam yang misterius, bagitu pula, hal ganjil yang seharian ini ia alami membuat tubuhnya lelah secara fisik dan mental, dia berharap bisa tidur nyenyak malam ini tanpa gangguan apapun. Dug... dug... dug.... Disa mengernyitkan dahinya dengan mata yang masih terpejam, berusaha mengabaikan bunyi berisik yang sedang mengganggu tidurnya. Dug! ... dug} .... Makin kencang saja suara itu, seolah menarik perhatian Disa untuk menyelidikinya. Dengan rasa kantuk yang amat sangat, dia pun bangkit duduk, menoleh ke arah Tia yang nampak tidur tenang dengan tarikan nafas yang teratur. Siapa orang yang malam-malam seperti ini seperti sedang memalu tembok. Namun suara itu lebih seperti pekerja kontruksi yang sedang memasang paku bumi. Ta

