Sepeninggal Disa, rumah Kanjeng Ibu kembali seperti sediakala. Para pembantu kembali ke pekerjaan mereka masingmasing. "Yan, nanti kamu pindah kamar sama mbak Fatmah ya?" ucap Mita ingin kembali menikmati kamar seorang diri. “lya,' jawab Yanti singkat, toh memang dia tak ingin tidur di kamar sendirian. Mita pun kembali ke kamar Putra. Hendak mengajak main anak majikannya. Sumarni kembali ke kamarnya, dia memilih merebahkan dirinya dengan tidur terletang dan tangan bertumpuk di atas perut. Kanjeng ibu masuk ke kamar Sumarni, untuk melihat keadaan kuncennya itu, Kanjeng ibu menghela nafas dan memilih berdiri di depan jendela. Kamar Sumarni sangat gelap, hanya sedikit cahaya yang nampak dari sinar yang melawati hordeng putih itu. Kanjeng ibu lantas bertanya, "Kamu kenapa Sum?" Sumar

