Pamit

1244 Kata

Pagi setelah sarapan, Disa segera pergi ke kamar Mariska, biasanya Disa sarapan setelah mengurus keperluan majikannya itu, karena tubuh Sumarni yang terluka akibat kejadian semalam jadi sarapan majikannya hanya menu roti bakar saja yang di buat oleh Fatmah. Disa akan berpamitan dengan Mariska, dia sedih sekaligus senang, setidaknya dia bisa keluar dari rumah majikannya itu yang dia pikir lama-lama bisa membuatnya gila jika harus bekerja disana. Dia sedih karena harus meninggalkan majikannya itu, yang selalu baik padanya, serta teman-temannya yang selalu memperhatikannya. Disa masuk setelah mengetuk pintu, dia segera masuk karena tau jika suami majikannya itu sedang sarapan di meja makan. "Nyonya..." panggilnya, karena tak melihat majikannya itu berada di tempat tidurnya. Disa lantas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN