Tubuh Disa sudah merasa lebih baik, dia mulai berfikir bau-bau yang dia cium sepertinya berasal dari tubuh Bu Sum, apa Bu Sum memakai wewangian melati? tapi kenapa ada bau anyir juga. Di tengah lamunannya yang sedang mengelap piring disana, Disa di kejutkan oleh Yanti. "Ishhh ... masih ngelamun aja, sampe segitu sedihnya mo ninggalin kita?" selorohnya. Disa tertawa mendengar ucapan temannya itu, walaupun bukan itu yang dia fikirkan saat ini. "Dis, nanti kalo kamu libur sering-sering main ke sini, ya?" pinta Yanti. "lya," jawab Disa. Malam menjelang Disa pun berbaring di kamarnya, dia senang meninggalkan rumah ini, karena memang dia tak nyaman tinggal di sini, bukan karena penghuninya melainkan rumah ini seperti menyimpan misteri sendiri. "Dis, belum juga aku pinjam hape-mu buat

