Disa masih melihat memar di pergelangan tangannya, dia masih mencerna kejadian tadi, apa ia mulai berhalusinasi, atau memang itu kejadian nyata. "Napa sih ngelamun aja?" tanya Mbak Fatmah. Mbak Fatmah dan Yanti merasa aneh dengan Disa karena gadis itu sejak kembali dari ruangan baca, malah melamun. "Ngga papa mbak, sedih aja mo pisah sama kalian," jawabnya, dia tak berbohong memang dia sedih karena berpisah dengan teman-temannya di sini. Bu Sum datang dan segera memasak untuk majikan mereka, susana menjadi hening karena tak ada yang berani membahas apapun jika ada Bu Sum di tengah mereka. "Dis, nanti kamu ke kamar Nyonya Mariska, sekalian bawa makanan untuk beliau, dia tak enak badan, minta makan siang di kamarnya, perintah Bu Sum. Disa mengangguk antusias. "Baik bu,’ jawabnya

