Rumah Hantu

1292 Kata

Disa masih memikirkan perkataan peramal tadi, terusik dengan perkataan sang peramal dengan kejadian besar yang akan dia alami. Dan tentang kepekaan yang membuatnya bingung. "Apa maksudnya aku harus peka terhadap mahluk ghaib di sekitarku ya?" "Penjagaku kah?" "Dis, ngga usah di pikirin gitu juga kali, penipu pasti!" ucap Tia yang masih kesal. "Dia punya perewangan Ya, kayaknya dia ngga bohong, tapi apa maksudnya kejadian besar, sama banyak yang bergantung sama aku ya, Ya?" "Eh iya, tadi dia bilang juga, masa depan aku tergantung kamu juga ya, ih kok merinding ya aku,’ ucap Tia sambil mengusap lengannya. Akhirnya mereka masuk ke rumah hantu itu, setelah mengantri beberapa saat lalu. Mereka di sambut dengan suasana ruangan yang remang-remang. Saat di pintu masuk mereka di sambut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN