Fany memejamkan matanya kala embusan angin pagi menerpa wajah cantiknya dengan lembut. Pukul setengah delapan pagi, tapi Fany sudah berada di taman kampusnya. Iya, Fany sudah mulai berangkat kuliah setelah beberapa hari yang lalu izin karena sakit. Kemarin perempuan itu baru saja pulang dari rumah sakit, namun hari ini ia sudah memutuskan untuk berangkat, karena sudah mendekati ujian dan Fany tidak ingin tertinggal begitu banyak materi perkuliahannya. Getaran yang berasal dari ponsel di dalam tasnya itu mampu menginterupsi Fany. Perempuan itu kini membuka kelopak matanya, lantas meraih benda kotak itu untuk membuka pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Udah berangkat? Di mana? Itu adalah isi pesan yang dikirim oleh Rissa pada Fany. Perempuan bermata sabit itu lantas menarikan jemarin

