Perempuan bermata sabit itu membuka mulutnya ketika tangan sahabatnya itu menyodorkan sepotong buah pir yang baru saja dikupasnya di depan mulut Fany. Dengan telaten, perempuan bernama lengkap Carissa Vizca itu mengupas dan memotong buah pir segar yang sedari tadi melambai di meja dekat tempat tidur Fany itu, lalu menyuapkan buah yang sudah ia potong dengan ukuran yang tidak terlalu kecil itu pada sahabatnya yang kini tengah mengenakan pakaian rumah sakit berwarna biru muda itu. "Bener kan kata gue kemaren, muka lo tuh pucet kayak orang yang lagi sakit," ucap Rissa di sela kegiatannya mengupas buah pir itu. Fany hanya tersenyum tipis, ia baru saja menyadari, ternyata sekarang ia punya bakat baru, yaitu membohongi diri sendiri. Iya. Memang sejak kemarin siang Fany tidak baik-baik saja, na

